;
Gagal Hiasi Rumah, Beo Nias Tak Berdokumen Ditolak Petugas Karantina
Mamuju - SobatQ tau Burung Beo Nias? Ya, Burung dengan nama latin Gracula robusta atau oleh masyarakat Nias dikenal dengan Ciong tergolong dalam satwa Indonesia yang dilindungi. Untuk dapat membawa hewan ini agar dapat dipelihara tentu tidak sembarangan, harus dilengkapi syarat dan ketentuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Begitu pula jika masyarakat ingin melalulintaskannya melalui Pelabuhan ataupun Bandara. Pemilik harus bisa menunjukkan dokumen dari BKSDA serta melapor kepada Petugas Karantina Pertanian setempat untuk dilakukan tindakan karantina agar mendapatkan Sertifikat Kesehatan Hewan Karantina. Jika syarat itu tidak terpenuhi, maka petugas karantina berhak melakukan penolakan bahkan penahanan pada burung tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Seperti yang terjadi di Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Mamuju ini. Saat penghujung tahun (31/12) lalu, karena tidak disertai dokumen persyaratan seekor Beo Nias yang hendak ke Mamuju akhirnya ditolak oleh petugas Karantina Pertanian ketika masih berada di atas alat angkut. Gagal menghias sebuah rumah, akhirnya burung ini harus kembali pulang ke daerah asal. SobatQ.. Aturan ini tak hanya berlaku pada Beo Nias, tapi juga segala jenis flora dan fauna yang dilindungi. Adanya aturan tersebut tentunya diharapkan masyarakat dapat membantu pemerintah menjaga dan melestarikan keberadaan satwa dan tumbuhan yang dilindungi. #LaporKarantinašŸŽšŸ• #KarantinaPertanianMamuju