;
Karantina Pertanian Mamuju Kembali Sertifikasi 11.000 MT Minyak Sawit Tujuan Cina

Mamuju (6/10) Ekspor minyak sawit asal Pasangkayu Sulawesi Barat kembali dilakukan. Sebanyak 11.000 MT Refined Bleached and Deodorized (RBD) Palm Olein berangkat dari pelabuhan Tanjung Bakau Pasangkayu menuju Cina, setelah sebelumnya mendapatkan sertifikasi dari Karantina Pertanian Mamuju. 


Dari segi ekonomi, nilai yang diperoleh PT. Tanjung Sarana Lestari atas ekspor tersebut berkisar 59 Milyar Rupiah. Sedangan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetorkan ke kas Negara melalui Karantina Pertanian Mamuju yaitu mencapai 22 Juta Rupiah. 


Terkait kegiatan ekspor komoditas tumbuhan di Sulawesi Barat , Karantina Pertanian Mamuju berwenang menerbitkan Phytosanitary Certificate (KT-10) . Phyosanitary Certificate merupakan syarat mutlak yang harus disertakan dalam lalu lintas perdagangan produk hewan maupun tumbuhan,  baik yang di ekspor, impor maupun antar area, sesuai dengan aturan yang berlaku. 


Phytosanitary Certificate berperan menjaga kualitas produk ekspor. Sebelum diterbitkan, Petugas Karantina  terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap komoditas yang akan dilalulintaskan. Baik itu pemeriksaan kelengkapan administrasi maupun pemeriksaan kebenaran isi dan jumlah muatan kapal.  Pengambilan sampel produk juga wajib dilakukan, hal tersebut untuk memastikan komoditas tersebut bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat merugikan eksportir maupun penerima barang di negara tujuan.