;
Kena Brucellosis, Sapi Asal Mamuju Batal Berangkat

(29/7) Satu ekor sapi asal Kabupaten Mamuju gagal diseberangkan ke Kalimantan. Keputusan tersebut diambil oleh Medik Veteriner Karantina Pertanian Mamuju setelah sampel darah sapi dengan kode "14" tersebut diuji dengan metode RBT (Rose Bengal Test), dan hasilnya dinyatakan positif mengidap Brucellosis.

Uji RBT sering digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya antibodi terhadap antigen Brucella sp. Dengan metode ini, hasil positif dan negatif dapat terlihat secara kasat mata setelah serum darah sapi ditetesi dengan antigen Brucella sp. Jika Positif, tak berapa lama pada serum akan terjadi penggumpalan/aglutinasi yang tampak seperti butiran pasir. Sedangkan jika negatif, serum akan terlihat cair seperti biasa. .

Sampel darah yang dinyatakan positif seperti pada sapi asal mamuju tersebut tentu saja tidak dapat diberangkatkan ke luar pulau karena resiko penularan penyakit. Sedangkan yang negatif diterbitkan Sertifikat Karantina dan sapi siap diseberangkan.

"Sejak 2019 tercatat 16 ekor sapi yang gagal berangkat karena diketahui terjangkit Brucella abortus. Sedangkan untuk kasus Trypanosomosis ada 2 ekor. Sapi-sapi terjangkit tersebut ada yang berasal dari Kab. Polewali Mandar, Mejene, Mamuju dan ada juga dari Bone." ungkap drh. Totok Hadi Sucahyo.